Inter Milan akan kembali beraksi di kompetisi domestik dengan menjamu Pisa pada lanjutan pekan ke-22 Serie A musim 2025/2026. Pertandingan Inter vs Pisa ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Giuseppe Meazza, Sabtu, 24 Januari 2026, dini hari WIB. Duel ini bukan sekadar laga rutin, melainkan momen krusial bagi tuan rumah untuk memulihkan mental sekaligus mengamankan posisi di puncak klasemen Liga Italia.
Menjelang laga ini, Inter Milan berada dalam situasi emosional yang tidak ideal. Pasukan asuhan Cristian Chivu baru saja menelan kekalahan menyakitkan dari Arsenal dengan skor 1-3 pada ajang Liga Champions tengah pekan lalu. Hasil tersebut jelas meninggalkan luka, terutama karena Inter tampil kurang meyakinkan di hadapan publik sendiri.
Kekalahan itu menjadi alarm keras bagi Nerazzurri yang sebelumnya tampil solid di Serie A. Meski masih memimpin klasemen, performa di Eropa menunjukkan bahwa Inter harus segera berbenah. Laga melawan Pisa pun menjadi panggung ideal untuk melampiaskan kekecewaan sekaligus mengembalikan kepercayaan diri tim.
Menghadapi tim papan bawah seperti Pisa, Inter Milan tidak memiliki ruang untuk terpeleset. Tiga poin menjadi target mutlak, bukan hanya demi menjaga jarak dengan para pesaing, tetapi juga sebagai bekal psikologis sebelum menghadapi laga krusial kontra Borussia Dortmund di Liga Champions pekan depan.
Kemenangan atas Pisa bisa menjadi titik balik penting. Lautaro Martinez dan rekan-rekan dituntut tampil agresif sejak menit awal, memanfaatkan kualitas skuad yang jauh lebih unggul di atas kertas. Chivu diprediksi akan menurunkan kombinasi pemain inti dan pelapis dengan tetap menjaga keseimbangan tim.
Motivasi Inter Milan semakin berlipat ganda jika melihat jadwal para rivalnya di pekan ini. AC Milan harus melakoni laga berat dengan bertandang ke markas AS Roma, sementara Juventus dan Napoli saling berhadapan dalam duel panas di Turin.
Situasi ini membuka peluang besar bagi Inter untuk menjadi pemenang terbesar pada pekan ke-22 Serie A. Jika berhasil menundukkan Pisa, Nerazzurri berpotensi memperlebar jarak hingga enam poin di puncak klasemen. Keunggulan tersebut tentu sangat berharga dalam perburuan gelar juara musim ini.
Dari sisi head to head, Inter Milan jelas berada di atas angin. Dalam enam pertemuan terakhir melawan Pisa di semua kompetisi, La Beneamata selalu keluar sebagai pemenang. Bahkan, Inter belum pernah merasakan kekalahan dari Pisa sejak tahun 1987.
Catatan historis ini menjadi modal psikologis yang sangat kuat bagi tuan rumah. Bermain di San Siro dengan dukungan penuh tifosi, Inter punya kepercayaan diri tinggi untuk melanjutkan dominasi tersebut. Namun, sepak bola selalu menyimpan kejutan, dan Inter tetap harus waspada.
Meski berstatus sebagai tim peringkat ke-19 klasemen Serie A, Pisa bukan lawan yang bisa diremehkan begitu saja. Tim asuhan Alberto Gilardino justru memiliki statistik tandang yang cukup unik dan berpotensi merepotkan tim besar.
Pisa tercatat sebagai satu-satunya tim di Serie A musim ini yang belum pernah meraih kemenangan di kandang lawan. Namun, mereka juga dikenal sangat sulit dikalahkan saat bermain tandang. Dari sepuluh laga away, Pisa hanya menelan tiga kekalahan, sementara sisanya berakhir imbang.
Menariknya, enam dari tujuh pertandingan tandang terakhir Pisa berakhir dengan skor seri. Ini menunjukkan bahwa mereka memiliki organisasi permainan yang disiplin dan mampu bertahan dengan baik, terutama saat menghadapi tekanan dari tuan rumah.
Statistik lain yang patut diperhatikan adalah produktivitas gol Pisa. Secara mengejutkan, mereka justru lebih subur saat bermain di luar kandang. Pisa telah mencetak 14 gol dalam laga tandang, sementara di kandang sendiri mereka hanya mampu mencetak dua gol sepanjang musim.
Fakta ini menjadi peringatan bagi lini belakang Inter Milan. Meski diunggulkan, Nerazzurri tidak boleh lengah, terutama dalam mengantisipasi serangan balik cepat yang menjadi andalan Pisa.
Cristian Chivu menghadapi tantangan tersendiri menjelang laga ini karena daftar cedera pemain yang cukup panjang. Denzel Dumfries dipastikan absen setelah menjalani operasi engkel, sementara Hakan Calhanoglu harus menepi akibat masalah otot.
Selain itu, Tomas Palacios dan kiper pelapis Raffaele Di Gennaro juga masih belum pulih sepenuhnya. Kondisi ini memaksa Chivu untuk melakukan rotasi cerdas agar kebugaran pemain tetap terjaga, terutama mengingat padatnya jadwal kompetisi domestik dan Eropa.
Situasi tidak jauh berbeda dialami oleh Pisa. Alberto Gilardino harus memutar otak karena sejumlah pemain penting absen akibat cedera. Nama-nama berpengalaman seperti Juan Cuadrado dan Raul Albiol dipastikan tidak bisa tampil. Selain itu, Calvin Stengs juga harus menepi karena cedera paha.
Meski demikian, Pisa membawa harapan baru lewat kehadiran Rafiu Durosinmi. Penyerang anyar tersebut baru saja mencetak gol debutnya pada laga sebelumnya dan berpotensi menjadi ancaman serius bagi pertahanan Inter Milan jika mendapat ruang.
Dengan segala faktor yang ada, Inter Milan tetap menjadi favorit kuat untuk memenangkan pertandingan ini. Kualitas individu, kedalaman skuad, serta rekor pertemuan jelas memihak tuan rumah. Namun, gaya bermain Pisa yang cenderung defensif dan efektif saat tandang bisa membuat laga berjalan lebih ketat dari perkiraan.
Inter diprediksi akan mendominasi penguasaan bola dan menekan sejak awal, sementara Pisa kemungkinan besar memilih bertahan rapat dan mengandalkan serangan balik cepat. Jika Inter mampu mencetak gol lebih dulu, peluang meraih kemenangan akan semakin terbuka lebar.
Pertandingan Inter Milan vs Pisa bukan hanya tentang tiga poin, tetapi juga tentang respons Nerazzurri setelah kekalahan di Liga Champions. Kemenangan akan memperkuat posisi Inter di puncak klasemen Serie A sekaligus meningkatkan moral tim menjelang laga-laga besar berikutnya.
Bagi Pisa, hasil imbang sudah bisa dianggap sebagai pencapaian besar. Namun, bagi Inter Milan, selain menang adalah kegagalan. Semua mata kini tertuju ke Giuseppe Meazza, menanti apakah La Beneamata mampu menunjukkan mental juara dan melangkah mantap menuju scudetto musim 2025/2026.
Prediksi Susunan Pemain Inter Milan vs Pisa
Inter Milan (3-5-2): Sommer; Bisseck, Acerbi, Bastoni; Henrique, Barella, Zielinski, Sucic, Dimarco; Esposito, Martinez.
Pisa (3-4-2-1): Scuffet; Calabrese, Canestrelli, Coppola; Toure, Marin, Aebischer, Angora; Moreo, Tramoni; Durosinmi.

Inter mungkin sedikit kelelahan fisik dan mental usai laga berat di London. Hal ini bisa menjadi celah bagi Pisa yang punya rekor tandang cukup alot musim ini.
Namun, kedalaman skuad Inter seharusnya mampu menjadi pembeda di akhir laga. Ambisi untuk memperlebar jarak di puncak klasemen akan menjadi bahan bakar utama tuan rumah.
Prediksi skor akhir: Inter Milan 3-1 Pisa.